Polda Sulteng Tangkap Dua Pengedar Sabu 25 Kg, Ternyata Residivis

Home / Berita / Polda Sulteng Tangkap Dua Pengedar Sabu 25 Kg, Ternyata Residivis
Polda Sulteng Tangkap Dua Pengedar Sabu 25 Kg, Ternyata Residivis Kapolda Sulteng saat merilis barang bukti sabu-sabu sebanyak 25 kg. (Foto: Sarifah Latowa/TIMES Indonesia)

TIMESPALU, PALUKapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal menyebutkan dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap Minggu, (28/6/2020) malam di Pos Kesehatan Pantoloan, Kota Palu adalah residivis kasus narkoba. Mereka kabur dari lembaga pemasyarakatan saat gempa terjadi pada 28 September 2018 silam.  

Menurut kapolda, sabu sebanyak 25 kg ini dibawa dari Malaysia melalui jalur laut kemudian melintas di Kalimantan Utara dan masuk ke wilayah Perairan Donggala. Rencananya sabu-sabu itu akan diedarkan ke Kota Palu, Sulteng. 

Polda-Sulteng-2.jpg

Kapolda mengatakan, penangkapan kedua tersangka tidak secara kebetulan. Melainkan, membutuhkan waktu yang cukup lama. Mulai dari penyelidikan, pengembangan informasi hingga keduanya berhasil ditangkap. 

“Kami membutuhkan waktu yang cukup lama hanya untuk mengungkap dan melakukan penangkapan pengedar sabu-sabu sebanyak 25 kg ini. Jadi, memang butuh kesabaran demi tangkapan yang lebih besar,” terang Syafril. 

Polda-Sulteng-3.jpg

“Perbuatan mereka ini merusak generasi muda kita di Sulteng. Saya kira mereka ini pantas mendapat hukuman mati. Anda bisa bayangkan jika 25 kg sabu ini lolos berapa banyak generasi muda kita dirusak,” tambah kapolda. 

Kapolda menyatakan, pada tahun 2020 kasus narkoba di Sulteng mengalami peningkatan yang signifikan. Bila dibandingkan dengan bulan Januari sampai dengan Juni 2019 hanya 222 perkara. Namun, pada 2020 periode Januari-Juni sudah mencapai 272 atau naik 22,52 persen. 

“Jadi ini angka yang cukup tinggi. Pada saat kita menghadapi pandemi Covid-19 ternyata kasus narkoba malah makin meningkat. Mereka mengambil kesempatan merusak generasi muda, disaat pemerintah lagi berusaha menekan angka penyebaran Covid-19,” ungkapnya. 

Polda-Sulteng-4.jpg

Terkait kasus ini, Kapolda meminta Dir Narkoba untuk berkoordinasi dengan direktorat narkoba Mabes Polri termasuk antar wilayah Kalimantan. Mabes Polri juga akan mengkoordinasikan dengan negara Malaysia tempat asal barang haram tersebut didapatkan pelaku. 

Kapolda Sulteng melanjutkan, atas perbuatan pelaku, polisi menjerat kedua tersangka dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com